Home » Uncategorized » peran dokter gigi dalam identifikasi korban bencana massal (Disaster Victim Identification).

peran dokter gigi dalam identifikasi korban bencana massal (Disaster Victim Identification).

my sacrifice

tentang aku

kalender

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

The Big DayMarch 15th, 2013
The big day is here.

kalender

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 13.667 pulau dengan batas luasnya sebesar 2.027.087 km2 mempunyai kurang lebih 129 gunung merapi. Secara geologis Indonesia terletak di pertemuan antara 3 plat tektonik utama (Eurasia, Indo-Australia dan Mediterania) dan secara demografi terdiri dari bermacam-macam etnik, agama, latar belakang sosial dan budaya, dimana keadaan tersebut memberikan petunjuk bahwa Indonesia beresiko tinggi sebagai negara yang rawan dari bencana alam seperti terjadinya gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus, angin topan dan tanah longsor. Di samping bencana alam tersebut, akibat dari hasil pembangunan dan adanya sosio-kultural yang multi dimensi, Indonesia juga rawan terhadap bencana karena ulah manusia seperti kerusuhan sosial maupun politik, kecelakaan industri, kecelakaan transportasi (pesawat terbang, kapal laut, kereta api, mobil dan motor), juga tindak pidana yang dulu bersifat tradisional kini telah jauh berkembang baik dalam kuantitas maupun kualitas, ditambah lagi dengan kasus terorisme global saat ini. Bencana-bencana tersebut dapat menyebabkan terjadinya bencana massal dengan korban massal pula. 1,2
Bencana massal sudah menjadi berita sehari-hari di Indonesia. Pada kasus-kasus bencana massal sering dijumpai korban jiwa yang tidak dikenal sehingga perlu diidentifikasi. Identifikasi korban bencana massal (Disaster Victim Identification) mutlak diperlukan terutama pada korban mati. Ini penting karena merupakan perwujudan HAM serta penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal. Selain itu juga untuk menentukan apakah seseorang tersebut secara hukum sudah meninggal atau masih hidup karena status kematian korban memiliki dampak yang cukup besar pada berbagai aspek yang ditinggalkan seperti: dari aspek budaya, dapat diserahkan kepada keluarga korban dan dapat dikuburkan dengan baik; dari aspek sosial dan hukum, terjadi perubahan status pada setiap anggota keluarga korban (istri atau suami serta anak-anaknya) dengan dampak hukum dan sosialnya; dari aspek hukum, warisan dapat dibagikan kepada ahli waris korban; dari aspek hukum dan ekonomi, asuransi jika ada dapat diklaim oleh ahli waris korban; dari aspek ekonomi, ahli waris korban mendapatkan hak atas pensiun; dan pada kasus kriminal, identifikasi korban dapat dijadikan sebagai titik awal untuk pengungkapan kasus. 3
Gigi merupakan sarana identifikasi yang dapat dipercaya terlebih jika rekaman data gigi pernah dibuat semasa hidup. Gigi memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai sarana pemeriksaan identifikasi karena gigi mempunyai derajat individualitas yang sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan komputer, kemungkinan menemukan dua orang yang sama giginya adalah satu banding dua miliar. Dengan penduduk dunia yang berjumlah hanya pada tingkat miliar, akan mustahil ditemukan dua orang yang sama keadaan giginya. Adanya dua kali pertumbuhan gigi (20 gigi susu dan 32 gigi tetap), serta dengan adanya perubahan kerena rusak atau tindakan perawatan seperti pencabutan, penambalan dengan berbagai bahan pada berbagai permukaan mahkotanya, perawatan saluran akar, ditambah ciri-ciri khas seperti bentuk lengkung, kelainan posisi gigi dan sebagainya, menyebabkan gigi sangat khas pada orang yang memilikinya. Selain itu dalam keadaan dengan sarana pemeriksaan identifikasi konvensional seperti sidik jari misalnya yang mempunyai kelemahan mudah rusak sehingga tidak dapat dipergunakan lagi atau kurang memberikan hasil yang meyakinkan, maka identifikasi dengan sarana gigi sangat mungkin dapat dilakukan. Gigi memiliki sifat yang sangat kuat, tahan terhadap berbagai pengaruh kerusakan seperti trauma mekanis, termis, kimiawi dan dekomposisi, ini disebabkan karena struktur gigi yang banyak mengandung bahan anorganik. 4,5,6
Dokter gigi mempunyai kontribusi yang tinggi dalam menentukan identitas seseorang pada Disaster Victim Identification (DVI). Pada kasus Bom Bali I, korban yang teridentifikasi berdasarkan gigi-geligi mencapai 60%, korban kecelakaan lalu lintas di Situbondo mencapai 60%, korban kecelakaan Mandala Medan mencapai 65%, dan korban jatuhnya Pesawat Garuda di Jogyakarta mencapai 95%. 7
B. Rumusan Masalah
Dari uraian pada latar belakang penulisan, maka yang menjadi rumusan masalah adalah: Bagaimanakah PERAN DOKTER GIGI DALAM

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui peran dokter gigi dalam identifikasi korban bencana massal.
2. Untuk mengetahui manfaat gigi-geligi dalam identifikasi korban bencana massal.
3. Untuk mengetahui manfaat rekam medis dalam identifikasi korban bencana massal.
4. Untuk mengetahui prosedur identifikasi korban meninggal massal.

D. Manfaat Penulisan
1. Menambah wawasan penulis tentang prosedur identifikasi korban meninggal massal.
2. Memberi informasi bagi masyarakat akan pentingnya pemeriksaan gigi.
3. Bahan informasi bagi pihak kepolisian atau praktisi hukum dalam kerjasama menangani korban bencana massal bersama dokter gigi.
4. Menambah pengetahuan dokter gigi dalam melakukan identifikasi korban bencana massal.
5. Menambah pengetahuan dokter gigi akan pentingnya pembuatan rekam medis secara lengkap.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Five.

Five true stories, every five weeks.

Sharing Kasus Perawatan Konservasi Gigi

Conservative Dentistry Case Reports Presentation

%d bloggers like this: