Home » kedokteran gigi » nutrisi dan kaitannya dengan kesehatan rongga mulut

nutrisi dan kaitannya dengan kesehatan rongga mulut

my sacrifice

tentang aku

kalender

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

The Big DayMarch 15th, 2013
The big day is here.

kalender

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

BAB I

PENDAHULUAN

Nutrisi adalah senyawa atau unsur-unsur kimia yang terkandung dalam makanan dan diperlukan untuk metabolisme di dalam tubuh secara normal. Zat gizi ini kita dapat dari bahan makanan. Sedangkan makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi atau unsur-unsur kimia yang dapat berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.

Nutrisi atau zat gizi memiliki peranan penting dalam memelihara kesehatan tubuh pada umumnya, dan kesehatan rongga mulut pada khususnya. Nutrisi mempengaruhi kesehatan mulut dalam banyak hal. Misalnya, berpengaruh pada perkembangan cranio-wajah, kanker mulut dan penyakit menular mulut.

Nutrisi juga penting peranannya dalam setiap tahap tumbuh kembang gigi dan dalam menjaga keseimbangan lingkungan mulut yang dihubungkan dengan kesehatan gigi. Nutrisi untuk pertumbuhan optimal gigi sama dengan nutrisi yang diperlukan tubuh karena masa pertumbuhan gigi sejalan dengan masa pertumbuhan tubuh secara keseluruhan. Nutrisi penting untuk kalsifikasi optimal gigi sulung, sedangkan nutrisi pada masa balita dan anak-anak penting untuk pertumbuhan gigi tetap.

Meningkatnya masalah gizi, tentunya berdampak pula pada peningkatan prevalensi penyakit gigi dan mulut yang dapat mengakibatkan bertambah buruknya masalah gizi tersebut. Mengetahui hubungan antara nutrisi yang didapat dan kesehatan gigi dan mulut menjadi penting karena seringkali terdapat karakteristik yang khas dari berbagai jaringan dalam rongga mulut yang lebih sensitif terhadap defisiensi nutrisi, sehingga apabila tubuh mengalami defisiensi nutrisi seringkali jaringan dalam rongga mulutlah yang pertama kali memperlihatkan efek defisiensi nutrisi tersebut. (Moyers 1988)

Dari uraian diatas maka penting agar setiap orang untuk mengetahui pengaruh nutrisi pada jaringan mulut. Hal ini memnbuat penulis merasa tertarik untuk membuat makalah yang mengangkat nutrisi dan kaitannya dengan kesehatan jaringan gigi dan mulut.

BAB II

 

PEMBAHASAN

 

Karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral

 

Dalam bidang kedokteran gigi, pengetahuan tentang nutrisi sangat penting karena pada kedokteran gigi belajar mengenai jaringan lunak dan keras yang sensitif terhadap kebutuhan gizi. Nutrisi adalah pemasukan, penyerapan, pemakaian dan penyimpanan makanan oleh jaringan tubuh. Berdasarkan komposisi/ penggunaannya dalam tubuh, nutrisi dibagi atas

  1. Protein
  2. Karbohidrat
  3. lemak
  4. Mineral
  5. Vitamin

Fungsi nutrisi adalah

  1. Pertunbuhan
  2. Pemelihara dan perbaikan jaringan tubuh
  3. Mekanisme pertahanan tubuh
  4. Proses metabolisme dalam tubuh

Dari pembagian nutrisi diatas dapat di jelaskan sebagai berikut

  1. 1.      Protein

Adalah komponen organik yang terdiri dari elemen-elemen seperti nitrogen, karbon, sulfur, fosfat, oksigen yang membentuk asam amino

Asam amino terdiri dari 2 macam

  1. Asam amino esensial yaitu asam amino yang tidak dapat disintesisi oleh tubuh tapi terdapat dalam makanan dan dibutuhkan oleh tubuh
  2. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang bisa disintesis oleh tubuh

Klasifikasi protein :

Berdasarkan struktur kimia

  1. Simple protein, hanya terdiri dari asam amino

Contoh: albumin, globulin

  1. Compound protein, terdiri dari simple protein dan non protein

Contoh: glikoprotein

Berdasarkan jumlah dan macam asam amino yang terdapat dalam bahan makanan

  1. Protein lengkap / sempurna
  2. Protein tidak lengkap / tidak sempurna

Kebutuhan protein pada tingkatan umur juga berbeda dimana untuk anak-anak yaitu 1,6-3,3 gr/KgBB dan dewasa yaitu 1gr/KgBB atau dapat meningkat

  1. 2.      Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi sebagai

  • Sebagai sumber energi
  • Mempertahankan suhu tubuh
  • Membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh

Karbohidrat terbagi dalam monosakarida (glukosa, fruktosa), disakarida (sukrosa, laktosa, maltosa), dan polisakarida (selulosa, glikogen, pati)

  1. 3.      Lemak

Lemak atau lipid mengengkut vitamin-vitamin yang larut dalam lemak yaitu A, D, E, K. Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang membentuk membran semua jenis sel.

Lemak berfungsi sebagai:

  • Mengatur suhu tubuh
  • Menghasilkan asam lemak esensial untuk pembangunan dan perawatan jaringan tubuh
  • Mengangkut vitamin yang larut dalam lemak ke peredaran darah
  1. 4.      Mineral

Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total berat badan manusia dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari, sedangkan mineral mikro (Trace ) merupakan mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg /hari dan menyusun lebih kurang dari 0.01% dari total berat badan. Mineral yang termasuk di dalam kategori mineral makro utama adalah kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium(Mg), sulfur (S), kalium (K), klorida (Cl),dan natrium (Na). Sedangkan mineral mikro terdiri dari kromium (Cr), tembaga (Cu), fluoride (F), yodium (I) , besi (Fe), mangan (Mn), silisium (Si) and seng (Zn).

Mineral adalah zat anorganik dari bahan makanan atau bahan anorganik lain, digolongkan atas:

  1. Mineral esensial dan terdapat dalam jumlah banyak contohnya adalah Ca, P, Na, K, Mg
  2. Mineral non esensial yang diperlikan tubuh tapi hanya dalam jumlah sedikit seperti Fe, Co, Cu dan I

Fungsi umum dari mineral adalah

  • Bahan pembentuk tulang dan gigi
  • Pengatur fungsi tubuh
  • Pembentuk garam-garam dalam cairan tubuh

Mineral-mineral yang penting bagi tubuh

  1. Kalsium (Ca)
  2. Phospor
    1. Flour
    2. Iodin
    3. Ferum
    4. Kalium
    5. Magnesium
  1. 5.      Vitamin

Vitamin adalah zat organik yang esensial bagi pertimbuhan, pemeliharaan, dan menjamin berlangsungnya proses faal dalam tubuh sehingga dapat mempertahankan kesehatan tubuh, vitamin dibagi atas :

  • Vitamin yang larut dalam lemak : A, D, E, K
  • Vitamin yang tidak larut dalam lemak : B, C
  • Vitamin yang di butuhkan tubuh adalah
  1. Vitamin A
  2. Vitamin B1 (aneurin)
  3. Vitamin B2 (riboflavin)
  4. Vitamin B3 ( niacin= asam nikonat)
  5. Vitamin B12 ( anti pernicious anemia factor)
  6. Vitamin C
  7. Vitamin D
  8. Vitamin K

 

Peranan nutrisi terhadap kesehatan gigi dan mulut

Zat gizi atau nutrisi juga memainkan peran penting dalam perkembangan dan pemeliharaan mulut yang sehat, khususnya gigi dan gusi. The food we eat affects our teeth. Makanan yang kita makan mempengaruhi gigi kita. At the same time, the health or lack of health of our teeth and gums affects what we can eat. Pada saat yang sama, kesehatan atau kurangnya kesehatan gigi dan gusi mempengaruhi apa yang kita bisa makan. Good dental health begins early in life and must be practiced throughout life. Kesehatan gigi yang baik dimulai dari awal dalam kehidupan dan harus dipraktekkan sepanjang hidup.

Peran zat gizi dalam pencapaian kesehatan gigi yang optimal adalah sebagai berikut :

Karbohidrat

Meskipun banyak penelitian menyebutkan bahwa karbohidrat sebagai penyebab timbulnya berbagai penyakit gigi dan mulut, namun dari fungsinya sebagai katalis dalam proses metabolisme terhadap zat gizi lain ( mineral, vitamin, dan lemak ) dan meningkatkan konsumsi zat gizi lain serta peran sebagai imunopolisakarida dalam menangkal infeksi,berperan penting pada masa pra erupsi dan pasca erupsi, maka karbohidrat juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Lemak

Lemak berperan sebagai pengangkut vitamin yang memiliki peran dalam menjaga kesehatan gigi yang mulut. Salah satu jenis lemak adalah lemak jenuh. Lemak ini memainkan peranan penting terhadap kesehatan tulang dan gigi. Agar kalsium dapat bersatu dengan struktur tulang kerangka dan gigi secara efektif, sedikitnya 50 persen lemak makanan seharusnya mengandung lemak jenuh.

Protein

Protein sangat berperan terutama pada masa pertumbuhan jaringan termasuk perkembangan gigi sejak awal pertumbuhannya. Selain itu protein berperan dalam pembentukan antibodi yang melindungi seluruh jaringan termasuk mukosa mulut dan darerah sekitarnya terutama dari infeksi yang mungkin menyerang jaringan periodontal serta mencegah terjadinya angular cheilitis.

Vitamin

Vitamin A

Vitamin A diperlukan untuk kesehatan gingiva. Penting untuk menjaga selaput lendir mulut dan jaringan mukosa mulut. Memelihara jaringan epitel, membantu perkembangan gigi serta pertahanan terhadap infeksi. Vitamin A banyak terdapat pada sayuran yang berwarna hijau atau kuning, buah dengan warna yang mencolok, susu, telur dan minyak ikan.

Vitamin D

Meningkatkan absorpsi kalsium dan fosfat yang sangat berperan pada pembentukan dan pertahanan gigi. Absorpsi ini berlangsung di usus halus. Selain itu berperan penting pada pembentukan rahang. Vitamin ini paling banyak terdapat pada susu, minyak ikan dan sereal.

Vitamin E

Mencegah pertumbuhan bercak putih tebal di mulut (leukoplakia). Mencegah kanker oral selain itu vitamin E juga berperan sebagai anti oksidan. Vitamin E banyak terdapat pada telur, susu, daging, dan kacang-kacangan.

Vitamin K

Berperan dalam proses pembekuan darah dan mencegah terjadinya pendarahan spontan dalam rongga mulut. Vitamin K banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau.

Vitamin C

Diperlukan untuk kesehatan periodontal dan gingiva, faktor dalam penyembuhan luka. Diperlukan untuk produksi kolagen dan mencegah perdarahan gingival. Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran hijau dan tomat.

Vitamin B kompleks

Membantu struktur wajah berkembang dengan benar sehingga wanita hamil perlu mengkonsumsi vitamin ini untuk perkembangan janinnya. Selain itu fungsi vitamin B kompleks adalah mencegah timbulnya rasa sakit, warna kemerahan dan pendarahan givival, keretakan dan luka di sudut mulut dan lidah. Vitamin ini banyak terdapat pada kacang-kacngan, ragi, sayuran hijau, hati, susu, beras, jagung dan lain-lain.

Mineral

Peran atau fungsi dari mineral umumnya menyusun struktur dasar tulang dan gigi. Berikut fungsi beberapa mineral yang penting bagi kesehatan gigi dan mulut :

Kalsium

Membantu dalam pembentukan serta memperkuat gigi dan tulang. Kalsium banyak terdapat pada susu, keju, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.

Fosfor

Diperlukan untuk perkembangan tulang yang sehat terutama pada pembentukan dan pertumbuhan rahang, dan pola erupsi gigi. Fosfor banyak terdapat pada Susu, keju, daging, biji-bijian, telur, dan kacang-kacangan.

Magnesium

Mencegah terjadinya hipoplasia enamel dan membantu dalam proses mineralisasi tulang dan gigi. Magnesium banyak terdapat pada kacang kedelai, kerang dan gandum.

Besi

Berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan gusi dan lidah serat jaringan mukosa mulut. Mineral ini banyak terdapat pada daging, bayam, dan sayuran berwarna hijau.

Flour

Mempertahankan tulang dan gigi yang kuat sehingga mencegah terjadinya karies gigi, selain itu flour juga berfungsi mengatur pH asam-basa dalam rongga mulut. Flour  banyak terdapat pada teh, brokoli, dagaing ayam dan air floridasi.

Seng

Berperan besar dalam penyembuhan luka pada mukosa mulut. Seng banyak terdapat pada seafood, hati, daging, dan sereal gandum.

Resistensi jaringan mukosa mulut pada infeksi

Penyakit infeksi melibatkan interaksi 4 faktor yang saling memiliki keterkaitan yang erat

  1. Kerantanan hospes
  2. Agen virulen
  3. Faktor lingkungan
  4. Waktu

Bagan gambar interaksi 4 faktor yang mempengaruhi penyakit infeksi

Faktor lingkungan dalam hal ini nutrisi sangat berperan pada resistensi atau ketahanan jaringan mulut pada invasi bakteri. Dimana peranan saliva sebagai antibakteri  sangat rentan dengan ketersediaan nutrisi.

 

Nutrisi dan mekanisme pertahanan jaringan mukosa mulut

 

Nutrisi sangat erat kaitannya dengan perkembangan berbagai jaringan tubuh lebih khusus lagi mukosa mulut. Dalam jaringan mukosa mulut terdapat flora normal dan pathogen. Mukosa sangat berperan pada kesehatan di dalam rongga mulut karena pada keadaan normal, integritasnya berfungsi untuk menahan penetrasi mikroorganisme.

Berbagai senyawa yang berperan dalam mekanisme pertahanan ditemukan dalam saliva. Lisozim mempunyai aktivitas bakterisidal yang kerjanya memecah ikatan antara N-asetil glukosamin dan asam N-asetil muramat dalam komponen mukopeptida dinding sel. Antibody yang paling penting di dalam air liur, adalah immunoglobulin A (IgA) sekresi kelenjar liur. Sumber immunoglobulin ini berasal dari kelenjar saliva utama. Kurangnya asupan gizi khususnya protein akan berdampak langsung dengan proses sintesa IgA. Hal ini akan mempengaruhi fungsi saliva sebagai alat mekanisme pertahanan rongga mulut. Perkembangan dan fungsi saliva berubah hal ini juga berdampak pada penurunan kualitas dari saliva yang dihasilkan oleh kelenjar air liur.

Pengaruh nutrisi pada mekanisme pertahanan jaringan mukosa mulut dapat digambarkan seperti dibawah ini

 

Defisiensi Nutrisi/malnutrisi

Defisiensi protein :

Perkembangan dan fungsi saliva

berubah

Komposisi & aliran saliva/ flow rate

saliva

Penurunan sintesis sIgA, lisozim

Defisiensi mineral               imunitas tubuh

 

Kelainan dan penyakit mukosa mulut

Kelainan dan penyakit mukosa mulut biasa disebabkan oleh reaksi jaringan mukosa mulut akibat trauma. Trauma sendiri sebagai suatu reaksi dari sel-sel pada jaringan yang terkena paparan bergantung pada :

  • Daya tahan jaringan yang terkena
  • Lamanya paparan trauma
  • Adanya kemungkinan disertai infeksi

Trauma yang paling sering terjadi di mukosa mulut adalah trauma mekanis. Pada trauma mekanis terjadi edema intraseluler pada epitel dan bila berlanjut dapat terjadi peradangan. Contoh trauma pada mukosa bukal disebut linea alba akibat iritasi permukaan gigi yang kasar. Macam-macam kelainan pada mukosa mulut akibat trauma gigitan yang kronis :

  1. Hyperkeratosis
  2. Vakuolisasi
  3. Mucocella, yaitu kista jernih kebiruan pada bibir bawah akibat kerusakan duktus kelenjar saliva minor
  4. Ranula, yaitu kista didasar mulut akibat kerusakan duktus submandibula
  5. Epulis fibromatosa

Kelainan dan penyakit mukosa mulut biasa juga diakibatkan oleh Infeksi jaringan mukosa mulut oleh bakteri

Infeksi pada jaringan mukosa dapat berupa bakteri aerob dan anaerob. Penyakit infeksi mukosa mulut kurang lebih 6-12 % dibandingkan dengan gingivitis, periodontitis atau karies gigi. Infeksi sendiri terjadi manakala ketahanan jaringan menurun sedangkan jumlah bakteri meningkat, sehingga mampu menekan perlindungan oleh bakteri.

Ada beberapa kemungkinan apabila terkena infeksi

  • Mungkin dapat dilokalisir oleh tubuh dan akan sembuh sendiri,
  • Bertambah aktif dan menyebar kedaerah sekitarnya,
  • Menyerang organ tubuh yang sangat penting, emboli pd pembuluh darah yg

menuju otak terutama oleh bakteri anaerob spt Bacteroides dan Fusobacterium jenis infeksi dan bakteri yang sering ditemukan

Infeksi pada mulosa mulut dapat digolongkan menjadi

  1. Infeksi submukosa

Disebabkan oleh gabungan bakteri aerob dan anaerob

  1. Infeksi pada permukaan mukosa

Paling sering dari golongan anaerob fakultatif

Malnutrisi oral dan penyakit periodontal

Hubungan antara nutrisi dengan kesehatan mulut mempunyai pengaruh yang besar baik lokal maupun sistemik. Ketersediaan nutrisi sangat diperlukan khususnya pada tahap pertumbuhan, perkembangan dan pemeliharaan jaringan. Dalam mencegah terjadinya penyakit dan kerusakan sel membuat keseimbangan nutrisi wajib terpenuhi.manifestasi ekstra oral terlihat perubahan pada keutuhan kulit, sedangkan manifestasi intra oral dapat dilihat adanya perubahan pada gigi, jaringan mukosa, dan lidah

Jaringan periodontal adalah jaringan yang mengelilingi gigi dan berfungsi sebagai penyangga gigi, terdiri dari gingiva, sementum, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Sebelum memahami kerusakan jaringan periodontal, sebaiknya dimulai dengan gingival yang sehat dan tulang pendukung yang normal. Gingiva yang sehat dapat menyesuaikan diri dengan keadaan gigi. Permulaan terjadinya kerusakan biasanya timbul pada saat plak bakterial terbentuk pada mahkota gigi, meluas disekitarnya dan menerobos sulkus gingiva yang nantinya akan merusak gingiva disekitarnya.

Plak menghasilkan sejumlah zat yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam perkembangan penyakit periodontal. Peradangan pada gingiva dan perkembangannya pada bagian tepi permukaan gigi terjadi ketika koloni mikroorganisme berkembang. Penyakit periodontal dibagi atas dua golongan yaitu gingivitis dan periodontitis. Bentuk penyakit periodontal yang paling sering dijumpai adalah proses inflamasi dan mempengaruhi jaringan lunak yang mengelilingi gigi tanpa adanya kerusakan tulang, keadaan ini dikenal dengan Gingivitis. Apabila penyakit gingiva tidak ditanggulangi sedini mungkin maka proses penyakit akan terus berkembang mempengaruhi tulang alveolar, ligamen periodontal atau sementum, keadaan ini disebut dengan Periodontitis.

Seperti diketahui Permulaan terjadinya kerusakan jaringan periodontal biasanya timbul pada saat plak bakterial terbentuk pada mahkota gigi, meluas disekitarnya dan menerobos sulkus gingiva yang nantinya akan merusak gingiva disekitarnya. Respon imunitas dari tubuh sangat berhubungan erat dengan status gizi yang dapat membuat periodonsium rentan terhadap infeksi. Apabila sudah mengalami malnutrisi maka besarnya respon inflamasi akan terbatas. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit pada jaringan periodontal.

Manifestasi oral pada defisiensi nutrisi

Kurangnya konsumsi makanan bergizi dapat menyebabkan terjadinya defisiensi zat gizi. Defisiensi zat gizi ini akan menimbulkan gejala pada tubuh bila berlangsung lama dan bersifat kronis. Gejala pada tubuh antara lain dapat terjadi di dalam rongga mulut. Biasanya yang bermanifestasi pada rongga mulut adalah defisiensi mineral, protein, dan vitamin.

Defisiensi mineral

Defisiensi mineral yang bermanifestasi dalam rongga mulut adalah defisiensi kalsium, fosfor, magnesium, besi dan flour.

Defisiensi kalsium

Manifestasi defisiensi kalsium dalam rongga mulut adalah terjadi absorpsi tulang rahang yang merata dan destruksi ligamentum periodontal dan berkurangnya kekuatan gigi.

Defisiensi fosfor

Manifestasi defisiensi fosfor dalam rongga mulut adalah terjadinya gangguan pertumbuhan rahang dan erupsi gigi. Juga adanya pertumbuhan kondili yang lambat disertai maloklusi.

Defisiensi magnesium

Defisiensi magnesium dalam jangka waktu yang lama dapat terjadi hipoplasia enamel.

Defisiensi besi

Manifestasi defisiensi besi dalam rongga mulut adalah terjadinya glossitis yang merupakan penyakit pada lidah, di mana lidah tampak merah dan sakit.

Defisiensi flour

Manifestasi  Defisiensi flour dalam rongga mulut yang paling utama adalah kerentakan gigi terhadap terjadinya karies gigi.

Defisiensi protein

Protein banyak terdapat pada daging, telur, susu, ikan dan jagung. Manifestasi defisiensi protein dalam rongga mulut adalah lidah tampak berwarna merah karena hilangnya papila, terjadi angular cheilitis dan fissura bibir atau bibir pecah-pecah. Selain itu rongga mulut terasa kering dan nampak kotor. Resistensi terhadap infeksi mengalami penurunan sehingga mudah terjadi infeksi pada jaringan periodontal.

Defisiensi vitamin

Defisiensi vitamin A

Defisiensi vitamin A menyebabkan terjadinya gingivitis, hiperplasia gingiva serta penyakit periodontal dan hipoplasia enamel. Defisiensi vitamin A juga mengakibatkan :

  • Xeropthalmia
  • Darriers disease

Mulut kering (xerostomia), hyperplasia gingival, gingivitis dan lesi-lesi periodontal

Defisiensi vitamin D

Defisiensi vitamin D menyebabkan terjadinya hipoplasia enamel yang melibatkan gigi insisivus dan molar permanen yang umumnya terdapat pada penderita rhiketsia. Manifestasi defisiensi dalam mulut pada masa pembentukan dan sesudah pertumbuhan gigi :

  • Pada masa pembentukan gigi yaitu hipoplasia email, erupsi gigi terhambat, kadang-kadang pigmentasi pada gigi
  • Pada masa  sesudah pertumbuhan yaitu mempengaruhi struktur jaringan periodontal

Defisiensi vitamin E

Defisiensi vitamin E menyebabkan terjadinya pendarahan gingival, keluarnya pus dari poket dan penyakit periodontal serta leukoplakia.

Defisiensi vitamin K

Defisiensi vitamin K menyebabkan terjadinya pendarahan spontan pada gingival atau setelah menggosok gigi.

Defisiensi vitamin C

Defisiensi vitamin C menyebabkan rentannya gingival terhadap iritasi lokal sehingga terjadi hiperplasia gingival, mudah berdarah dan dapat terjadi ulserasi yang biasa disebut Scurvy.

  • Scurvy akut : gingival membesar, warna merah tua dan mudah berdarah
  • Mukosa mulut mudah terkena infeksi sekunder
  • Gigi mudah terlepas

Defisiensi vitamin B kompleks

Tiamin ( B 1 )

Defisiensi Tiamin menyebabkan terjadinya pembesaran papila fungiformis pada perifer lidah, adanya retakan pada bibir dan sensitifitaspada gigi dan mukosa mulut meningkat. Manifestasi defisiensi vitamin B1 di mulut

  • Gigi, mukosa mulut sensitif
  • Mukosa mulut merah tua, mengkilat kadang-kadang ada ulserasi
  • Papila fungiformis banyak dan lidah menjadi merah terang, licin, mengkilat
  • Gingival berwarna merah tua, mengkilat
  • Neuralgia

Ribofavin (  B 2 )

Defisiensi ribofavin menyebabkan terjadinya angular cheilitis dan atrofi papilla fungiformis. Manifestasi dalam mulut adalah sebagai berikut angular chelitis, glosotis, papila fungi formis besar, lidah berwarna magenta (merah terang)

B 3

Manifestasi desisiensi dalam mulut

  • Glositis yang ditandai dengan warna merah terang, papila lidah hilang, ulserasi sepanjang tepi lidah
  • Lidah kering dan licin
  • Keadaan lebih berat kadang terasa sakit dan ada plak putih pada punggung lidah yang sulit diangkat

Asam nikotinat ( B 5 )

Defisiensi Asam Nikotinat menyebabkan terjadinya atrofi papilla di mana lidah tampak merah, gingivitis kronis dan periodontitis.

Peridoksin ( B 6 )

Defisiensi Peridoksin menyebabkan terjadinya angular cheilitis, glossis, serta rasa tidak enak pada mulut.

Asam Pentotenat

Defisiensi Asam Pentotenat menyebabkan terjadinya angular cheilitis, ulserasi, dan nekrosis pada gingiva. Terlihat juga mukosa mulut dan bibir warna merah mengkilat.

Asam Folat

Manifestasi defisiensinya adalah pembengkakan pada lidah, gingivitis, angular cheilitis dan ulkus pada lidah.

Sianokobalamin ( B 12 )

Manifestasi defisiensinya adalah gingival nampak pucat dan mudah terjadi ulserasi. Lidah tampak merah licin dan mengkilat serta lebih sensitiv (glositis hurteri). Manifestasi defisiensi B12 dalam mulut lainnya adalah :

  • Glosodynia (rasa sakit pada lidah)
  • Glssopyrosis (rasa terbakar pada lidah)

4 Comments

  1. dewi says:

    salam.
    maaf, ini dari buku ya ato cuma tulisan aja?
    saya boleh minta versi lengkap dengan covernya?
    saya mau jadiin referensi skripsi saya.
    terima kasih

  2. 792388 says:

    bisa disebutkan referensi buku nya dari mana saja ? trims

  3. sumi hiu says:

    Pantesan,,, sejak konsumsi nutrii berimbang say ak pernah sakit gigi lagi.. ijin share yaaa…
    Tetima kasihhhhh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Five.

Five true stories, every five weeks.

Sharing Kasus Perawatan Konservasi Gigi

Conservative Dentistry Case Reports Presentation

%d bloggers like this: